
kalau kemarin jemari ini masih tetap menggoreskan kata yang salah,
kalau kemarin hati ini masih tetap menyimpan rasa tidak bersahabat,
kalau kemarin pikiran ini masih tetap dikuasai oleh pikiran yang negatif,
inilah saatnya kami datang memohon maaf….
andai bibir ini masih terus menggumam untuk sesuatu yang tak jelas
andai nurani ini masih tetap tumpul dan tanpa nuansa persahabatan
andai di otak ini masih tetap terpatri pola yang keliru
inilah saatnya kami datang memohon maaf….
semisal diri ini amat kerap menorehkan luka di hati
di hari kemenangan ini
kami memohon dengan tulus untuk diberi sedekah sekeping maaf dari sahabat semua
agar kami lega di hari yang fitri ini
karena ada yang berkenan memberi maaf
agar kami tak lagi terkapar dengan perasaan
gundah gulana yang menghunjam relung terdalam
adalah sebuah keindahan dalam hidup ini
setelah melintasi perjalanan menyusuri bulan suci Ramadhan
kita menyongsong ufuk bahagia di horizon persaudaraan
yang kaya akan maaf dan memaafkan
semoga Kita termasuk orang yang menang dan yang kembali dengan fitri
0 Responses to “Idul Fitri”